Under News | By Administrator on 2014-10-16 20:48:47

Tradisi Ngerampek dan Mepes di Lombok

Ngerampek (panen) adalah kegiatan untuk memisahkan padi dari tangkai nya (jerami). Ngerampek dilakukan dalam kelompok antara 4-6 orang "Perampek" (pelaku) yang dibayar oleh pemilik sawah. Kegiatan ini adalah cara tradisional panen yang dipertahankan oleh orang-orang Lombok, meskipun ada alat sudah modern panen padi.

Ngerampek prosesi dimulai dengan memotong batang padi dan kemudian menumpuk mereka di satu tempat untuk memudahkan ketika mereka melakukan merampek.
Setelah itu, menetap jerami untuk hari sehingga ketika sedang rampek, gandum tidak sulit untuk memisahkan dari batangnya. Di malam hari, maka tumpukan batang padi sedang rampek oleh mereka Perampek dengan menekan bundel batang padi untuk rampek instrumen yang terbuat dari kayu membentuk segitiga siku-siku.

Mepes adalah kegiatan mencari "Roroq" (sisa-sisa di butir yang telah - rampek oleh Perampek) untuk dipisahkan dari batang. Kegiatan Mepes dilakukan oleh "Pemepes" (pelaku) biasanya berasal dari ibu yang membantu pengadaan program beras sebagai makanan utama dalam keluarga. The Pemepes biasanya dilakukan dalam kelompok-kelompok dan berjalan hingga puluhan kilometer.

Prosesi Mepes dimulai dengan Perampek melemparkan Roroq di depan Pemepes. sisa-sisa Rampekan (produk dari Merampek) milik Pemepes. Selanjutnya, Pemepes melakukan Mepes perlahan. Alat yang digunakan untuk melakukan mepes yaitu kayu besi tumpul ditangani panjangnya sekitar 50 cm. Mepes deos tidak membutuhkan energi besar sama dengan kekuatan Ngerampek digunakan.

Butir beras yang telah di rampek, kemudian dibersihkan dan dimasukkan ke dalam karung untuk ditimbang. Setelah itu, Perampek membawa-butir dikemas di punggungnya ke tepi jalan untuk diangkut dengan mobil dan pemilik menjual sawah. Nah, butir padi diperoleh dengan Pemepes, milik mereka, bukan pemilik sawah. Hal ini dianggap oleh pemilik sawah sebagai amal atau bagi-bagi rezeki dan kebahagiaan atas panen padi di ladang.
Perampek dan Pemepes biasanya membawa "Takilan" (bahan makanan) makanan dan minuman sendiri dari rumah. Mepes dan Ngerampek tradisi pada malam hari di tengah sawah hanya diterangi lampu atau lampu kuil raja yang kuat.

ayolah, datang dan melihat

Tulis Komentar 0 Comment

Komentar

PHOTO CONTEST